PENGURUS ORMAWA LINGKUP UIN RIL PERTANYAKAN SISTEM ANGGARAN DANA

Rapat koordinasi Bidang Kemahasiswaan UIN Raden Intan Lampung di taman wisata Wira garden

Raden Intan – Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bidang Kemahasiswaan, sejumlah pengurus Organisasi Mahasiswa (Ormawa) UIN Raden Intan Lampung menanyakan perihal sistem anggaran dana Ormawa. (Sabtu, 28/05/2022)

Pertanyaan diajukan langsung kepada Sub Bagian (Subbag) Perencanaan, Ahmad Faisol Ansori, S.E. dan Subbag Keuangan, Mayrizal Salihudin Siatan, S.E., M.M. setelah pemaparan materi mengenai Administrasi Perencanaan dan Keuangan.

Beberapa pertanyaan yang diajukan mahasiswa guna mendapatkan jawaban-jawaban yang selama ini menjadi tanda tanya di kalangan Ormawa.

Dimulai dengan Rizki Wijaya selaku Bendahara Umum Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) yang bertanya saat di forum.

“Siapa Pak yang mempersulit proposal? Kemudian jika anggaran Ormawa dalam satu tahun tidak habis, itu dana tersebut akan dialihkan ke mana?” Tanya Rizki.

“Berapa anggaran SEMA-U dan DEMA-U serta UKM? Lalu apabila proposal diterima sudah sesuai, kenapa masih dipersulit dan ketika cair tidak sesuai dengan anggaran?” Lanjut Rizki.

Terkait pertanyaan dari Mahasiswa, Mayrizal Salihudin Siatan, S.E., M.M menjelaskan bahwa pihak Akademik dan Keuangan Perencanaan tidak ada yang mempersulit proposal Ormawa serta kemungkinan terjadi kegagalan komunikasi antara pihak Ormawa dan Akademik.

Adapun anggaran dana Ormawa mencapai Rp30.000.000 (Tiga puluh juga rupiah)  untuk Senat Mahasiswa (SEMA) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) baik tingkat Universitas maupun Fakultas serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). selanjutnya, sejumlah Rp10.000.000 (Sepuluh juta rupiah) untuk Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).

Mengenai anggaran Ormawa dalam satu tahun tidak habis maka akan kembali ke kas negara. Beliau pun mengungkapkan bahwa Subbag Keuangan tidak memiliki kewenangan untuk menyetujui proposal, karena proposal Ormawa berkoordinasi dengan Akademik.

Selain itu Arief Ansori selaku Ketua Umum Unit Kegiatan Mahasiswa Olahraga Raden Intan (UKM ORI) menyampaikan bahwa beberapa pertanyaa belum dibahas sepenuhnya.

“Keberadaan beberapa Sekret UKM yang tidak ada, Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO), serta Maksud tujuan dari rakor ini yang belum jelas,” ungkap Arief.

 

Rep: Hunt

Editor: Up

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: