Aku duduk terdiam dan ahirnya aku menulis.
Aku mengambil senjata yang selalu menjadi modalku,
Aku selalu berisap untuk pertarungan, demi manaklukan hari yang panjang ini.
Dalam pertempuran, aku selalu menyusun dan merangkai kata yang benar.
Kata yang tertulis tidaklah cukup, hanya untuk benar tapi selalu berada di jalan kebenaran.
Semua berada ditangan ku, dan aku adalah pusat kendali dalam pembawa kisah nyata hari ini.

Apapun yang tertangkap, adalah hasil akhir yang akan kami sajikan.
Benar ataupun salah dan indah ataupun buruk, kami akan selalu berada dalam posisi tengah.
Kadangkala ada masa dimana kami menjadi pusat kesalahan, dan pusat yang harus disalahkan.
Kami semua tidak sama, kami beragam sama seperti manusia lainnya.
Walaupun sisi kemanusian kami dipertanyakan, tanpa kalian sadari kami memperjuangkannya.
Inilah kami seorang jurnalis, seorang pembawa kebenaran dan selalu memperjuangkan kebenaran.

Tulisan kami abadi, umur tidak akan pernah berlaku dikarya kami.
Beban moral akan selalu hadir jika karya yang abadi tidak menjujung nilai Idealis.
Senjata akan selalu berubah, sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan jaman.
Tapi tugas kami akan ada dan tetap sama, sesuai dengan kebutuhan setiap insan.
Inilah kami, jarang menjadi penikmat tapi selalu menjadi penyaji.
Kehadiran kami tidaklah begitu berati, tapi karya kami selalu bernilai tinggi.

Oleh : Orie Yasa Firli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: