KOMUNITAS MATA PENA X LDC FS: “MENITI KARIR MENJADI HAKIM PROFESIONAL”

Raden Intan – Komunitas Mata Pena bersama Law Debate Community (LDC) Fakultas Syariah (FS) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) menggelar Webinar Nasional dengan mengusung tema “Meniti Karir Menjadi Hakim Profesional”. Acara ini digelar secara Daring (Dalam Jaringan) via Zoom Meeting (Sabtu, 25/09/221).

Webinar ini dihadiri oleh 110 Peserta dari berbagai Universitas di Indonesia. Adapun Narasumber pada Webinar Nasional kali ini yaitu Moh Bahrul Ulum, S.HI., selaku Wakil Kepala (Waka) Pengadilan Agama Ruteng NTT, Muhammad Radhia Wardana, S.HI. selaku Waka Pengadilan Agama Pangkalan Bun Kelas 1B dan Waka Pengadilan Agama Sentani Ahmad Zuhri, S.HI., M.Sy.

Moh Bahrul Ulum, S.HI. dalam materinya menyampaikan bahwa sebelum menjadi seorang Hakim alangkah baiknya agar memantaskan diri terlebih dahulu. “Menjadi seorang hakim, kita berusaha memutuskan perkara dengan seadil-adilnya itu memerlukan keyakinan, maka ketika kita ingin menjadi seorang hakim usahakan diri kita pantas, usahakan bersihlah hati kita dari semuanya” Ujar beliau.

Selanjutnya, Muhammad Radhia Wardana, S.HI., menyampaikan materi berkaitan dengan kiat-kiat menjadi Hakim yang profesional. Beliau menyampaikan bahwa menjadi seorang Hakim harus memiliki pola berfikir yang nasional bukan hanya pola berfikir lokal saja, seorang Hakim juga harus berani keluar dari zona nyaman artinya ia harus siap ditempatkan di mana saja di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, seorang Hakim juga harus mampu membatasi diri tanpa mengurangi peran sertanya sebagai teladan di Masyarakat.

Terakhir, Ahmad Zuhri, S.HI., M.Sy., menyampaikan materi mengenai permasalahan dan polemik yang sering dihadapi oleh seorang Hakim. Dalam materinya beliau menyatakan bahwa permasalahan atau tantangan yang harus dihadapi oleh seorang Hakim adalah bagaimana ia mampu beradaptasi, sebab seorang Hakim bisa saja ditempatkan di mana saja di seluruh wilayah pengadilan di Indonesia. “Jika ingin menjadi Hakim harus menyiapkan diri untuk menerima tekanan dari mana saja. Seperti pengalaman saya yang di demo oleh beberapa Masyarakat itu sudah menjadi hal yang biasa bagi seorang Hakim dan kalian harus siapkan diri untuk menerima itu” Pungkasnya.

 

Rep: Iin & Maytufi
Editor : capt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: