DUKA

 

Terlihat bencana sudah mengepung kita
Entah mengapa Tuhan menghukum manusia hampir merata se-Indonesia
Silih berganti seakan memerintah ya untuk menerpa
Sesenggukan yang tersisa di telinga setelah-nya

Harapan bertahan hidup terus menggema sampai media berita
Wajah kelaparan membuat hati tak tega
Namun tidak semua memiliki hati mulia untuk ulurkan asa
Kontras dengan kehidupan bergelimang harta yang di pamerkan sosialita

Belum lagi bayang kejam alam yang menjelma
Akan menjadi pengalaman yang kelam punya
Duka bencana melahap semuanya termasuk mental belia
Yang mungkin sudah tak ada orang tua di samping karenanya

Memang Tuhan telah atur sedemikian rupa
Apa yang saat ini melanda mungkin sebagai pertanda
Bahwa ada keliru dalam tatanan manusia
Pasrah dan do’a sebagai insan dan ikut alur-Nya

 

 

Penulis : Lis liana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Sastra

Bentang asa

Gelapnya dunia siang tak singkirkan asa Di susuri setiap terjalnya kehidupan Oleh sesosok umat tua Yang bertaruh segala demi mapan Tiada kata sudut maupun ujung dalam asa Terbentang luas bagi siapapun yang tegar Berkelana dibawah sang surya nyata Membiarkan punggung coklatnya terbakar Cucuran keringat yang menjadi pertanda Lelah sudah lahir nya gemati Namun sebagai pahlawan […]

Read More
Sastra

AYAH

  Ayah Teriknya baskara telah membakar daksamu Rintik hujan perlahan menghapus keringatmu Tapi kau, kau tak pernah berucap sekalipun lelah padaku Kau selalu mengukir pelangi disudut bibirmu Aku; Aku malaikat kecil yang selalu terselimuti kasih sayangmu Tangis dalam doa-doamu Langkah-langkah lelahmu Kapan?. Kapan aku bisa membalasnya ayah?. Tak akan pernah Ayah Dari raut wajahmu terlukis […]

Read More
Sastra

Jeritan jasad

  Duduk terbelenggu diam membisu Tak kuhiraukan bahkan panggilan ibu Dengan nama Sang kuasaku Atas badai yang mungkin saja berlalu Dingin, balas sang pengatur suhu Ada apa? Tenanglah duhai jiwaku Negeriku kini diambang pilu Tertimpa nasib yang kian saja tak menentu Katanya negeriku bebas ancaman itu? Namun lihatlah Mereka yang kini melemas jatuh Terbaring merjerit […]

Read More
%d blogger menyukai ini: