PENIPUAN BERKEDOK PENYEDIA LAYANAN UMPTKIN, BEGINI MODUS PELAKU

Raden intan (Rabu, 2 Sept 2020) – Dua Mahasiswa Baru (MABA) UIN Raden Intan Lampung NFA dan A menjadi korban penipuan berkedok jasa penyedia layanan penerimaan mahasiswa baru jalur UMPTKIN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keislaman Negeri) alami kerugian jutaan rupiah.

Aksi penipuan ini terjadi pada saat penerimaan mahasiswa baru jalur UMPTKIN Juli lalu dan terdapat 2 Mahasiswa Baru yang menjadi korbannya.

Dari pengakuan salah satu korban, NFA yang berasal dari Pati Jawa Tengah ini mengatakan pelaku mengaku sebagai Karina alias Olan dengan menjanjikan akan mendaftarkan dan menjamin korban lulus di Universitas yang korban inginkan dengan biaya awal pendaftaran sebesar Rp. 200.000,- dan mendapatkan beberapa fasilitas lainnya seperti soal latihan, kartu peserta dan syarat beasiswa.

“Iya saya di tipu habis-habisan sama Karina alias Olan, awalnya dia hanya punya 1 nomor WhatsApp lalu pelaku menyuruh saya mengisi biodata, mencantumkan Universitas tujuan serta jurusan yang akan diambil, kemudian harus transfer uang melalui rekening bank BCA. Dan itu sudah sepaket dengan alamamater, tes urine, serta kostan dengan jaminan jika tidak lolos maka uang kembali.” Ujar NFA.

Pelaku menjalankan aksinya dengan mempromosikan layanannya melalui media sosial Facebook, dan menjaring mahasiswa yang ingin masuk perguruan tinggi islam secara mandiri dengan jaminan lulus 100%.

“Pelaku mempromosikan layanan nya lewat Facebook, kemudian dia membuat group khusus calon mahasiswa baru (CAMABA) yang tertarik dengan jasa tersebut agar terlihat seolah terstruktur, dan jumlah anggota di dalam group itu 100an orang, tapi anehnya hanya admin yang bisa mengirim pesan” tambah NFA.

Kedua korban penipuan berkedok pelayanan jasa penerimaan mahasiswa baru ini masing-masing mengalami kerugian berupa uang NFA total Rp. 1.700.000,- dan A kurang lebih Rp. 3.000.000,- serta mereka gagal masuk tes jalur UMPTKIN karena pelaku tidak benar-benar mendaftarkan mereka. Ketika dihubungi nomor pelaku tidak aktif serta WhatsApp korban di blokir.

Tidak hanya sampai disitu, pelaku memainkan aksinya menggunakan identitas palsu, dimana pelaku menggunakan foto profil WhatsApp salah satu mahasiswa UIN Raden Intan Lampung (UIN RIL) sebagai topeng penyamaran.

Ketika di wawancarai melalui media WhatsApp, AS sebagai korban penyalah gunaan foto dari oknum tersebut memaparkan bahwa pelaku berhasil masuk dan bergabung kedalam group WA CAMABA dan menggunakan foto profil AS namun menggunakan nama orang lain yang berbeda, dan AS sempat melaporkan hal ini kepada pihak berwajib.

“Jadi ada CAMABA bertanya ke kating (Kakak Tingkat) yang ada di group itu, kebetulan yang di tanya itu sahabat saya. Dari situ baru terungkap kalau mereka kena tipu. Karna teman saya menjelaskan bahwa foto yang di tunjukin itu saya dan saya tidak membuka pendaftaran UMPTKIN apa lagi sepaket, waktu itu juga sempat di urus ke kantor polisi, namun karna korbanya ini di luar lampung jadi sedikit susah. Apalagi waktu itu keadaanya lockdown dan PSBB.” Papar AS.

 

Laporan : SA
Editor  : Camera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: