Minta Keringanan Biaya PKL Online, Begini Kata Kaprodi SAA

Raden Intan – Kaprodi (Ketua Program Studi) Studi Agama – Agama (SAA) Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama ( FUSA ) UIN Raden Intan Lampung keluarkan surat edaran terkait Praktik Kerja Lapangan (PKL) secara online.

Terkait PKL online yang telah dilaksanakan dari tanggal 12 Mei hingga 15 Juni 2020 dirumah masing-masing dengan biaya Rp. 250.000,- dengan rincian berupa: honor berupa kuota pembimbing selama bimbingan online, konsumsi dan honor team ujian pendadaran dan sertifikat PKL.

Sebagian dari mahasiswa SAA mengeluhkan dan meminta keringanan terhadap persoalan biaya PKL online ini.

Salah satunya yaitu SS, “Nominal yang mereka sebut kalau dalam kondisi yang biasa mah ya biasa saja tidak terlalu berat, tetapi kalau pandemi kaya gini banyak juga kebutuhan pokok yang harus dipenuhi dan mata pencarian itu sedikit sulit gak seperti biasanya jadi itu lah yang buat berat untuk biaya itu.”

Kami disuruh bermusyawarah terkait biaya, namun setelah hasil musyawarah kami yang pada intinya meminta keringan biaya atau free biaya kepada jurusan, jurusan justru menjawab jika tidak setuju mundur dan ikut PKL normal pada tahun depan,” Jelas SS.

Kepala Program Studi Dr. Kiki Muhammad Hakiki menjelaskan bahwa silahkan saja jika Mahasiswa ingin PKL normal, tetapi beliau tidak bisa memastikan kapan pelaksanaannya akan teralisasikan, beliau juga menuturkan bahwa jika PKL semester ini diundur, KKN Mahasiswa juga akan diundur karena mereka belum melaksanakan PKL.

sumber gambar : kiriman dari sekertaris prodi via group WhatsApp

“Ya silahkan memilih untuk PKL kunjungan ke lapangan dalam kondisi normal, saya tidak bisa memastikan kapan pelaksanaannya karena keputusan kuliah tatap muka dari pemerintah.”

“Terkait nilai PKL semester ini berarti kami kosongkan, kalau PKL mundur insyaallah KKN kalian juga ikut mundur karena kalian belum PKL, silahkan saja di pertimbangkan. Prodi hanya membantu dan mencarikan yg termudah, agar semuanya berjalan dengan lancar.” Tutur Kaprodi SAA di Grup WhatsApp PKL Online.

“Silahkan japri saya jika berat dan mengundurkan diri. Saya tunggu biar ada keputusan jelas apakah kegiatan kita lanjut atau tidaknya.” Tawarnya kepada mahasiswa yang berminat tetap melanjutkan PKL Online dengan biaya.

Sudah ada beberapa yang menjapri dan kaprodi memberikan kesempatan sampai tanggal 23 terakhir untuk menjaprinya terkait lanjut atau tidaknya. Namun chat mereka diabaikan begitu saja tanpa adanya respon atau konfirmasi lanjut atau tidaknya.

F salah satu mahasiswa yang menjapri kaprodi tersebut dan pesan tersebut hanya dibaca oleh Kaprodi.

“Saya dan teman teman saya chat beliau pada hari terakhir yang beliau kasih kesempatan kepada kami, kami sudah konfirmasi ke beliau via chat jika kami akan melanjutkan PKL Online ini, tetapi tidak ada respon sama sekali,” Ucapnya.

“Sedih sih sebenarnya, saya sudah melakukan bimbingan dengan penguji PKL saya dan juga sudah mengerjakan proposal PKL nya, tapi ternyata saya bukan peserta PKL Online semester ini,”  keluh F.

(Minggu, 31 Mei 2020)

 

Laporan : rein
Editor : Angle

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: