MENAKAR EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN DARING


Siapa yang tidak tergiur dengan pesatnya perkembangan teknologi dan informasi saat ini.

Dunia yang kian diwarnai dengan penggunaan teknologi yang massif terus memacu berbagai perubahan di hampir seluruh sendi kehidupan.

Tenaga manusia pun kini mulai terdegradasikan karena digantikan oleh mesin yang dapat diatur untuk mengerjakan pekerjaan manusia tanpa kenal lelah dan bahkan nonstop. Teknologi Yang dipenuhi dengan berbagai kecanggihan dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk kepentingan masa depan yang lebih baik lagi. Khususnya dalam dunia pendidikan, mendidik generasi bangsa sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi tentu sudah menjadi kewajiban bersama.

Ada banyak metode yang bisa digunakan dalam suatu kegiatan pendidikan Dan pembelajaran. Metode-metode ini bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pelajar itu sendiri. Salah satunyaa ialah metode pembelajaran daring (online).

Hal ini pun berlangsung sejak surat keputusan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terbit mengenai upaya pencegahan dan penyebaran Corona, semua kegiatan pembelajaran konvensional mulai diliburkan sementara waktu. Kegiatan pendidikan berasa mengalami lockdown. Sistem pembelajaran konvensional yang dilaksanakan oleh sebagian pendidik perlahan terkikis dan tergantikan dengan berbagai aplikasi pembelajaran daring yang dapat memberi ruang interaksi langsung antara pendidik dengan peserta didik tanpa harus bertemu langsung.

Lantas, bagaimana efektifitas dari pembelajaran daring (online) yang diterapkan saat ini?, Apa keuntungan atau kelebihan yang bisa kita peroleh?, Adakah dampak yang muncul dari penerapan sistem pembelajaran daring (e-learning) ini khususnya pada peserta didik tingkat sekolah dasar.?

Siahaan (2003), mengatakan bahwa pembelajaran online (e-learning) ini juga bersifat urgent karena memiliki fungsi sebagai suplemen (tambahan), komplemen (pelengkap) dan substitusi (pengganti). Pembelajaran daring ini tentu memiliki nilai plus dan minus ketika diterapkan, adapun Kelebihan pembelajaran daring yang dapat kita peroleh diantaranya, mendidik pendidik atau peserta didik untuk melek dalam teknologi, Fleksibel bisa dilakukan kapan saja, dimana saja, Melatih kemandirian peserta didik sehingga peserta didik tidak hanya bergantung pada pendidik tapi juga bisa belajar untuk melakukan riset sendiri melalui internet, serta dapat menumbuhkan kesadaran pada peserta didik bahwa gadget bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih produktif dan mencerdaskan, tidak hanya untuk bermain sosial media dan game,
Lalu, apakah dengan melihat kelebihan dari pembelajaran daring itu kita bisa mengatakan bahwa pembelajaran daring sudah cukup efektif.?

Beberapa pemerintah daerah saat ini telah menerapkan kebijakan untuk meliburkan peserta didik dan mulai menerapkan metode belajar dengan sistem online (daring). Hal ini diterapkan karena semakin melonjaknya kasus Covid-19 di tanah air yang kian parah. Sebagai contoh di Jakarta hal tersebut terhitung sejak 16 Maret 2020. Sayangnya, hal tersebut tidak berlaku bagi beberapa sekolah ditiap-tiap daerah. Karena masih banyak sekolah Yang tidak siap dengan sistem pembelajaran online. Mengapa demikian?

Organisasi PBB yang mengurusi pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan UNESCO menyebutkan, lebih dari 850 juta siswa di dunia tidak bisa belajar di sekolah akibat virus asal Wuhan, China tersebut. Hal ini disebabkan oleh beberapa kendala atau problem yang sering kita temui diantaranya, Fasilitas yang tidak merata, dibutuhkan kreativitas pendidik/pengajar, Berkurangnya interaksi antara pendidik dan peserta didik bahkan antar-peserta didik itu sendiri, Sulit untuk mengontrol mana peserta didik yang serius mengikuti pelajaran dan mana yang tidak, lebih banyak bersifat teoretis dan minim praktik karena tidak dimungkinkan adanya interaksi langsung dengan peserta didik, Selain itu bagi mereka yang tinggal di lokasi yang infrastruktur komunikasinya masih kurang baik tentu akan kesulitan untuk mengakses internet, serta terlalu banyak distraksi yang bisa mengganggu konsentrasi peserta didik saat belajar.

Berdasarkan pemaparan diatas pelaksanaan pembelajaran daring ini masih terbilang gagap untuk diterapkan di Indonesia khususnya di sejumlah daerah. C. L. Dillon and C.N Gunawardena (1995) menyebutkan, terdapat tiga hal yang akan menentukan efektivitas dalam pembelajaran jarak jauh.

Pertama, teknologi. Dalam hal ini pelajar harus punya akses yang mudah terhadap jaringan dengan waktu seminim mungkin. Kedua, karakteristik pengajar. Pengajar memegang peranan penting dalam efektivitas pembelajaran secara daring. Ketiga, karakteristik siswanya sendiri.

 

By : WOP

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: