Sampai Kapankah Mahasiswa Harus Tetap Bersabar?!

Sudah hampir sepekan terkait birokrasi menghimbau mahasiswa agar bersabar. Menanggapi Aspirasi mahasiswa UIN RIL tentang birokrasi diam dan menutup mata, Birokrasi UIN RIL berkata bahwa pihak kampus tak tinggal diam saja dan menghimbau mahasiswa agar bersabar menunggu sampai tiba waktunya. ( Himbauan Sub.Kabag Humas Hayatul Islam, S.E pada Rabu, 1 April 2020 dalam rilisan persma.raden.ac.id ).

Tetapi, sudah hampir 1 pekan ini kampus belum juga mengambil langkah pasti terkait hal tersebut.

Harus menunggu sampai kapan lagikah mahasiswa bersabar?

Padahl hasil dari Notulasi Rapat Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ditjen Pendidikan Islam dengan Wakil Rektor / Wakil Ketua I, II, & III PTKIN se-Indonesia melalui Zoom Meeting, pada Jum’at, 03 April 2020 dari pukul 14.00 – 16.00. Yang menghasilkan beberapa point dalam rapat tersebut, dan salah 1 point penting bagi mahasiswa ada dalam point 4 yang berbunyi ” Peserta rapat bersepakat untuk mengurangi beban yang dialami oleh mahasiswa, salah satunya dengan menurunkan/mengurangi uang kuliah tunggal (ukt) bagi mahasiswa Diploma &S1 sebesar 10% dari ikt semester depan ( Gasal ), hal yang sama juga diberlakukan untuk menurunkan SPP mahasiswa Pasca Sarjana ( S2 & S3 ).
Walaupun Rektor atau Wakil Rektor UIN Ril tidak terlibat dalam Zoom Meeting tersebut, tetapi itu adalah hasil yang sudah disepakati dan berlaku bagi PTKIN se-Indonesia.
Dan terhitung dari rapat tersebut sudah 3 hari berlangsung, dan UIN RIL belum juga mengambil langkah keputusan yang pasti bagi para mahasiswa UIN RIL.

Dan hari ini, Senin, 06 April 2020 Kementerian Agama RI Direktorat Jendral Pendidikan Islam kembali mengeluarkan Surat Keputusan bagi PTKIN se-Indonesia dengan
Nomor : B-752/Dj.I/HM.00/04/2020
Hal : Pengurangan UKT / SPP PTKIN akibat Pandemi Covid-19.
Yang berisikan 3 point, dan 3 point tersebut ialah hal yang telah disepakati dalam Rapat PTKIN se-Indonesia melalui Zoom Meeting.

Jika ditanya kembali mengenai kapan kampus akan merealisasikannya pihak UIN RIL selalu saja menghimbau mahasiswa agar selalu sabar.
Sabar, sabar, dan sabar itu yang selalu di lontarkan oleh birokrasi.
Kampus lain suda bertindak dan kampus kita belum juga bertindak, terkait surat keputusan Kemenag RI Jendral Pendidikan Islam yang telah beberapa kali dikeluarkan pun pihak kampus tidak ada 1 pun pemberitahuan mengenai hal tersebut.
Jika birokrasi tak tinggal diam saja, setidaknya pihak kampus harus mengambil keputusan yang tegas mengenai hal tersebut.
Tidak hanya melulu menghimbau mahasiswa agar terus bersabar. Karena mahasiswa butuh kepastian dari Kampus bukan janji janji yang selalu diberikan tapi tak terealisasikan dan tak pasti.

 

Karya  : deraru (mahasiswa uinril)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: