HIMAPOL ADAKAN DISKUSI TERKAIT PROBLEMATIKA PAPUA

Raden intan (17/12/2018). Himpunan Mahasiswa Politik (HIMAPOL) adakan diskusi yang bertema “Pertahankan Papua atau merdekakan Papua” di ruang praktek jurusan pemikiran politik islam.

Kegiatan ini merupakan rutinitas dari HIMAPOL UIN RIL yang sempat vakum beberapa bulan.Turur hadir beberapa perwakilan dari HIMAPOL dari luar seperti Syahril dari Jambi dan Darmanto dari Universitas Tulang Bawang.

Imam Setia Hagi selaku ketua HIMAPOL korwil II memberikan penjelasan terkait diskusi yang diadakan kali ini.
“Alasan mengapa kami memilih tema ini, karena ini masih isu-isu nasional yang lagi hangat-hangatnya dan sudah hampir 50 tahun masalah hak manusia,kekerasan,politik,ekonomi dan separatis di Papua belum tetselesaikan. Disini kita akan mengkaji  permasalahan apa yang terjadi di papua dan mencari solusi kongkrit yang dimana solusi itu akan disalurkan ke HIMAPOL INDO untuk di salurkan ke pemerintah dan merupakan bagian dari gerakan  dan aksi nyata  dari himapol  untuk papua ” jelasnya.

Selain itu Imam juga mengungkapkan  harapan dan tujuan  dari diskusi ini yang bertujuan untuk lebih  menyadarkan bahwa mahasiswa pemikiran politik islam agar lebih peka terhadap masalah-masalah politik  yang ada di indonesia  dan membangun  potensi- potensi intelektual mahasiswa jurusan PPI.
“Mudah-mudahan dengan adanya diskusi seperti ini nalar politik kita, semangat-semangat kita membahas politik itu semakin berkembang dan mahasiswa politik sadar bahwa dia jurusan politik sama seperti negara bagaimana kita ingin membuat maju negara, jika warga negaranya tidak memikirkan negara nya sendiri, maka dengan itu kita bangun kesadaran terhadap politik yang baik dan benar ” tutur nya selaku ketua pelaksana.

Sambutan terakhir, Syahril perwakilan dari HIMAPOL Jambi yang sekaligus membuka diskusi pada hari ini.
“berkaitan dengan HIMAPOL, saya sepakat dengan rekan saya Imam, bahwa ego kita satu, bagaimana HIMAPOL ini maju dan bagaimana himapol ini jaya. Pada kongres ke 2 di Jakarta merupakan puncaknya HIMAPOL INDO  sedang hancur-hancurnya akibat ego eksternal dari masing masing delegasi  dan kongres ke 3 di aceh kita sepakat untuk melunturkan ego eksternal, akhirnya berjalannya waktu terbentuklah kembali HIMAPOL INDO .”ujarnya.

Acara diskusi ini berjalan dengan lancar dan tertib sampai akhir. Peserta diskusi sangat antusias dalam menanggapi setiap pernyataan dari masing -masing peserta. Diakhir diskusi, Rizki selaku moderator menetapkan kesimpulan diskusi yang akan menjadi solusi HIMAPOL untuk Papua :

1. Berikan hak- hak dan merdekakan  papua dalam konteks identitas, pendidikan, ekonomi, dll.

2. Kepada pemerintah, agar lebih intensif dan aktif dalam berkoordinasi kepada organisasi atau kepala suku terkait apa yg di inginkan orang Papua .

3. Terapkan sistem pemerataan, agar masyarakat Papua sadar bahwa tidak ada ketimpangan mereka dengan yg lain.

4. Harus berani mengumpulkan 9 dragon Papua untuk duduk bersama.

“kegiatan ini sangat bagus, karena menghidupkan ruang dialektika antar mahasiswa. hadirnya diskusi ini saya harap bukan yg terakhir, karena ini akan melahirkan sebuah solusi dari setiap ide dan gagasan dari masing-masing mahasiswa dan saya juga berharap, ketika melakukan diskusi diusahakan menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya “tutur syahril.

Laporan : DR/M
Editor : Lead

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: