Pemira dianggap cacat, AMPDK adakan Aksi Demo

RADENINTAN – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi Kampus (AMPDK) menggelar aksi terkait cacatnya pemira yang telah berlangsung 28/11 lalu.

AG mahasiswa FTK yang mewakili AMPDK dalam Aksi ini membacakan tuntutannya berisi :
1.      Mendesak Rektor untuk membentuk dan mensosialisasikan Regulasi Pemerintahan Mahasiswa yang sesuai dan berimbang yang tertuang dalam Peraturan Ormawa UIN tahun 2018.
2.      Cabut Pengesahan Panitia Pelaksanaan dan Panitia Pengawasan PEMIRA 2018 yang seharusnya tidak di sahkan dari awal dan telah bertindak sewenang-wenang.
3.      Segera bentuk penyelenggaraan PEMIRA yang ideal dan melibatkan seluruh elemen Mahasiswa UIN dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.
Aksi yang di lakukan pada Jum’at, 07/12/2018 di Gedung Rektorat UIN Raden Intan Lampung tersebut telah mendapat tanggapan dari pihak birokrasi. Prof. Dr. H. Moh. Mukri, M.Ag mengatakan, ” Kita belum akan mengambil keputusan jika semua belum clear, mungkin ada masukan-masukan karena ketika diselenggarakannya pesta demokrasi pasti ada pro dan kontra, kami sangat tidak bijak jika tidak mendengarkan, maka kami akan mendengarkan dimana cacatnya”, tutur Rektor UIN Raden Intan Lampung dalam mediasi dengan mahasiswa.

Menurut Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Prof. Dr. Syaiful Anwar, M.Pd mengatakan, “Pimpinan belum pernah mengesahkan hasil pemira. Kami tanda tangan hanya menerima bahwa sudah ada kronologis yang kita minta. Kita ingin menuntun bersama bagaimana UIN ini lebih baik lebih maju lagi itu harapan kita. Tidak ada yang menginginkan perpecahan. Kedepannya mari kita cari solusi terbaik. Kalaupun ada organisasi ekstra dari luar mari kita duduk bersama, semua bisa di selesaikan”, pungkasnya.
Setelah melakukan mediasi dengan pihak birokrasi, mahasiswa yang tergabung dalam AMPDK meninggalkan Rektorat UIN Raden Intan Lampung, dan aktifitas kembali seperti biasanya.
Penulis : Layout

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: